Yohanes Chandra Ekajaya Studi Tur Kuliner

Yohanes Chandra Ekajaya Pecinta Pusaka
Pusaka Oke

Yohanes Chandra Ekajaya sebagai seorang pengusaha sudah menyerah. Sepertinya tidak ada pilihan lain, jika teman-teman membicarakan rasa lapar. Jawaban paling tepat ya harus makan. Tapi sebelum jauh membicarakan tentang makan, pria yang gagal akademik kelahiran Malang Jawa Timur ini ingin mengajak para pembaca mengenal beragam jenis makanan. Kebetulan, minggu lalu ia berkesempatan mengunjungi kawasan pusat bisnis Kemayoran. Wilayah yang letaknya berada di Kota Administrasi Jakarta Pusat.

 

Yohanes Chandra Ekajaya atau yang sering dipanggil dengan Ki Sambarlangit ini mengawalo cerita dari kunjungan ke Masjid Akbar yang ada di sana, guna menunaikan ibadah salat Isya. Kemudian, langkah untuk menikmati wisata kuliner di wilayah ini pun dimulai. Pemilik You And Me distro dan Q Pizza inisempat mencicipi jajanan murah berbahan jagung. Orang-orang biasanya menyebut Jasuke. Jasuke adalah akronim dari jagung, susu, dan keju. Rasanya enak dan prosesnya mudah.

 

Yohanes Chandra Ekajaya Ki Sambarlangit
Ki Sambarlangit

 

Penjual hanya menyediakan jagung rebus matang yang sudah dikelupas, lalu menuangkan susu dan sedikit taburan keju parut. Panganan ini pun siap disantap dan masih hangat. Untuk satu bungkusnya. Anda hanya merogoh kocek lima ribu perak alias goceng. Murah bukan?

 

Di sepanjang jalan, tepatnya di ruas landas pacu Bandar Kemayoran, Yohanes Chandra Ekajaya yang getol dengan supranatural dan spiritual dibuat lapar mata oleh banyaknya penjaja makanan ringan. Sebut saja seblak, martabak mini, berbagai ragam keripik, tahu krispi, cireng, dan cimol. Olahan masyarakat industri kecil itu biasanya digemari ratusan warga dari berbagai tempat. Bahkan, beberapa di antaranya datang dari berbagi kalangan dan profesi.

 

“Pernah ada pembeli dari wilayah Jakarta Selatan dan wilayah lain juga. Mereka sengaja datang ke sini untuk mencicipi ‘Kerak Telor Jiung. Katanya rasanya enak dan beda sama kerak telor yang lain”.

 

Yohanes Chandra Ekajaya Jajal Kuliner
Kuliner Lezat

 

Pengusaha muda yang menjual kerak telor ini sengaja membuka jualannya di waktu hari-hari biasa. Biasanya, kerak berbahan beras dengan taburan kelapa sangrai ini ramai ditemukan pada saat momen Pekan Raya Jakarta (PRJ). Meski demikian, pengusaha ini bukan semata mencari keuntungan. Dia mengaku berjualan kerak telor sebagai sikap melestarikan makanan khas Betawi. Menurutnya, lidah warga Kemayoran sudah terbiasa dengan rasa kerak telor. “Jadi perlu dilestarikan,” katanya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*