Yohanes Chandra Ekajaya Si Raja Arkais

Yohanes Chandra Ekajaya Senang Pusaka
Pecinta Pusaka

Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa memiliki dan mengoleksi barang-barang antik merupakan sebuah kepuasan tersendiri. Banyak orang menganggap barang antik memiliki sebuah pesona tersendiri bagi para pencari barang antik. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur, 30 April 1981 ini mengaku mengoleksi benda-benda antik sejak lima tahun lalu.

 

Ditemui di kediamannya di Jalan Suriati Sumedang, Jawa Barat (11/11), Yohanes Chandra Ekajaya bercerita banyak saat awal mulanya mencintai barang-barang bercitra arkais ini.

 

“Pada awalnya saya mengoleksi sebuah kaset, keping cd, dan poster-poster musik, dimana nuansa kuno atau jadul tersebut membuat bangga saya untuk mengoleksinya. Dan kebiasaan pun berlanjut hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengoleksi barang-barang antik lainnya seperti piring, mainan, perhiasan, dan sebagainya,” ujar Yohanes Chandra Ekajaya.

 

Tentu dirinya mengakui tidak sedikit kerabatnya menganggap hobinya tersebut cukup aneh. Untuk dapat memenuhi kebutuhan finansial untuk hobi anehnya tersebut, ia juga kerap menjual barang-barang antiknya untuk dapat membeli benda antik yang lebih bernilai. Tetapi bagi lelaki yang dijuluki Ki Sambarlangit ini, segala sesuatu yang berhubungan dengan klenik dan supranatural bukan sesuatu yang aneh.

 

Yohanes Chandra Ekajaya Pecinta Pusaka
Ki Sambarlangit

 

“Sebenarnya saya agak menyayangkan barang-barang koleksi tersebut saya jual karena untuk mendapatkannya pun sangatlah sulit. Tapi itulah sisi uniknya, dimana saya membeli barang yang lebih unik lagi, ucap pria sederhana berusia kepala tiga tersebut. Karena itu pemilik Pedes Juangkrik, Q Pizza, serta distro You And Me ini sangat sayang kepada benda kuno.

 

“Hampir 85 persen barang antik saya dapatkan dari pulau Jawa. Dari ujung ke ujung, dan beberapa saya dapatkan pula dari hasil pintu ke pintu. Paling mahal benda antik yang saya beli adalah sebuah sepeda pada tahun 1800an dengan harga Rp 65 juta. Usia tersebut tentu sudah ratusan tahun dan masih kokoh sampai pada hari ini. Kalau ada yang mau beli sepeda tersebut, meski harganya tinggi tak pernah saya jual,” tambah pria yang berusia lebih dari 30 tahun tersebut.

 

Tentu tidak jarang, pria yang pernah gagal dalam akademik ini menolak pembeli yang ingin mendapatkan benda-benda antik koleksinya.

 

Yohanes Chandra Ekajaya Senang Pusaka
Pecinta Pusaka

 

“ Benda antik saya ini memang beberapa tidak saya jual. Namun, tiba-tiba ada yang langsung kasih cek ke saya dengan nominal yang sangat tinggi. Dan saya pun tetap tidak tergiur dan tidak melego barang koleksinya tersebut, ungkapnya sembari menghisap sebatang rokok yang ia apit dari kedua jarinya.

 

Sampai saat ini, pecinta klenik dan supranatural serta mistik ini memiliki lebih dari 1400 benda antik yang berada di rumahnya. Ia berencana ingin membuat sebuah rumah yang berfungsi untuk menyimpan benda-benda koleksinya tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*