Yohanes Chandra Ekajaya Sesalkan Tragedi

Yohanes Chandra Ekajaya Sesalkan Pembunuhan
Pembunuhan

Yohanes Chandra Ekajaya hanya mampu berkata bahwa apalah daya nyawa sudah melayang, belakangan ini banyak sekali kasus pembunuhan yang terjadi di Kota Pontianak. Kejahatan tidak hanya kita jumpai di kota besar seperti Jakarta, namun di daerah kita juga telah terjadi.

 

Pembunuhan yang terjadi pada Desember 2016 lalu merenggut nyawa seorang wanita di sebuah hotel di Jalan 28 Oktober, korban tersebut dibunuh oleh pacarnya sendiri secara sadis.

 

Pelaku sudah tidak ada rasa takut lagi untuk menghabisi nyawa seseorang, padahal korban adalah kekasihnya sendiri yang dia cintai, lagi-lagi pemicunya adalah kecemburuan yang membuat seseorang menjadi hilang akal, ditambah tidak ada iman.

 

Yohanes Chandra Ekajaya Sesalkan Pembunuhan
Pembunuhan

 

Kasus kedua yaitu, empat pemuda yang membacok Ibrahim alias Baim, warga Gang Angket Jalan Tritura, Kecamatan Pontianak Timur hingga meregang nyawa di malam pergantian tahun. Yang kita belum ketahui motif pembunuhannya. Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Muhammad Husni Ramli menjelaskan, para tersangka dijerat pasal 170 ayat 2 ke-3, dan pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Rakyat Kalbar, Kamis (5/1). Begitulah keadaan masyarakat sekarang, nyawa manusia seperti tiada berharga.

 

Masalah cinta, ekonomi dan kecemburuan sosial di era sekarang, menghabisi nyawa menjadi pilihan. Padahal di dalam kehidupan bermasyarakat, pasti akan ada kesenjangan tidak akan pernah habis, karena masalah adalah sebuah ujian yang Allah berikan, seperti kemelaratan dan kemiskinan itu juga ujian. Ujian kita yang paling berat adalah, masih mempertahankan sistem yang tidak menerapkan aturan Allah. Kriminalitas semakin beranak-pinak semakin membeludak dan solusi tuntas tidak kita dapati dari para pemimpin kita.

 

Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa kejadian ini seharusnya membuat kita berpikir, apa sih akar masalahnya? Kenapa pembunuhan terus berulang, Apakah semua ini ada jalan keluarnya? bukan hanya pemecahan masalah yang kita butuhkan, tapi juga perlindungan.

 

Lihat juga pembantaian kepada saudara kita di Suriah, Rohingya, Aleppo dan negeri muslim lainnya, apakah ada tindak tegas dari pemerintah untuk membantu mereka? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya. (An-Nisa:93).

 

Hukum di negeri ini tidak memberikan efek jera terhadap para pelaku kejahatan. Sering kita jumpai pelaku keluar masuk penjara bisa dengan kasus yang sama, dan juga dengan kasus yang berbeda. Di dalam Islam, hukuman yang diberikan bagi para pelaku kejahatan adalah hukuman yang setimpal, dan memberikan efek jera. Membunuh dihukum mati, kecuali memaafkan maka pembunuh harus membayar denda kepada keluarga yang dibunuh.

 

Yohanes Chandra Ekajaya Pisau Pembunuhan
Pisau Pembunuhan

 

Allah menciptakan aturan yang memberikan efek jera, sehingga mereka para pelaku tidak berani untuk mengulangi kriminalitas lagi. Dan tidak memicu orang lain untuk melakukan kejahatan yang sama.

 

Jika hukuman ini tidal dilaksanakan di dunia, maka akan dibalas d akhirat. Dalam Alquran Surat An-Nisa:93 Allah Subhanahu wa Ta’ala mengancam orang yang sengaja membunuh seorang Mukmin dengan lima ancaman, yaitu disiksa di Jahannam, khulud (kekal, tinggal lama’ dalam Jahannamm. Allah melaknatnya (mengutuknya), yaitu menjauhkannya dan rahmat-Nya, dan Allah menyediakan azat yang besar baginya. Inilah lima ancaman berat bagi pelakunya.

 

Yohanes Chandra Ekajaya juga mengatakan bahwa mestinya, satu ancaman saja sudah cukup bagi orang yang berakal untul bisa mencegahnya dari membunuh. Karena satu nyawa seorang muslim lebih berharga daripada dunia dan seisinya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*