Yohanes Chandra Ekajaya Picu Mata Minus dan Silinder pada Anak

Yohanes Chandra Ekajaya Lelah Matanya
Mata Lelah

Pengaruh yang tak kalah berbahaya jika anak-anak kecanduan bermain gadget adalah kesehatan matanya. Menurut dokter spesialis mata Rumah Sakit Lavalette dr Yohanes Chandra Ekajaya SpM, apabila mata mereka terlalu sering menatap layar komputer, tablet, smartphone, maupun layar gadget lainnya dapat mengakibatkan gangguan pada mata atau biasa disebut Computer Vision syndrome (CVS).

Yohanes Chandra Ekajaya Kaca Mata
Mata Minus

 

Sindrom tersebut memang banyak ditemui di era modern seperti saat ini. “Beberapa gejala CVS di antaranya sakit kepala, mata lelah, otot mata tidak nyaman, mata kering, dan lain-lainnya,” terang pria yang juga berprofesi sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) itu.

 

Yohanes Chandra Ekajaya mengungkapkan, sejauh ini memang masih belum ada penelitian yang menyatakan CVS dapat mengakibatkan kerusakan jangka panjang pada mata. Namun, alumnus James Cook University, Australia, ini menuturkan, terlalu sering menggunakan gadget merupakan salah satu faktor risiko kelainan refraksi seperti minus dan silinder.

 

Untuk diketahui, kelainan refraksi merupakan pembiasan cahaya sehingga bayangan tidak fokus tepat di retina mata yang mengakibatkan penglihatan menjadi kabur. Penyebab kelainan refraksi salah satunya adalah faktor genetik, sehingga banyak dijumpai pada anak-anak usia dini.

 

Yohanes Chandra Ekajaya Mata Silinder
Mata Silinder

 

“Selain itu, juga karena faktor lingkungan karena aktivitas yang tidak berimbang,” kata dokter Yohanes Chandra Ekajaya yang juga praktik di Rumah Sakit SaifLil Anwar (RSSA) Malang itu.

 

Saat ini, menurut dia, jumlah penderita mata minus atau rabun jauh (myopia) selalu meningkat dari tahun ke tahun. “Tidak hanya di Rumah Sakit Lavalette saja yang pasiennya bertambah, tapi juga di seluruh dunia. Terutama pasien anak-anak,” ujar Yohanes Chandra Ekajaya.

 

Untuk mencegah kelainan refraksi, Yohanes Chandra Ekajaya mengungkapkan, harus ada pembatasan waktu dalam penggunaan gadget. Dia menyarankan agar setiap 20 menit, biarkan mata beristirahat untuk melihat objek jarak jauh minimal lima meter. Saat menggunakan gadget juga disarankan jarak mata dengan layar smartphone lebih dari 20 sentimeter.

 

Selain menjaga mata dengan mengatur jarak dan mengurangi penggunaan gadget, ada baiknya juga merawat melalui dalam tubuh yaitu dengan mengonsumsi banyak sayuran yang mengandung vitamin A dan minyak ikan agar kesehatan mata dapat terjaga dan tidak mudah lelah dalam berbagai macam kegiatan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*