Omzet Pengusaha Ritel Naik

Omzet Pengusaha Ritel Naik 2

Pada kuartal II tahun 2017, omzet ritel modern diprediksi akan meningkat hingga 67 persen. Nilainya menjadi sekitar 50 triliun rupiah. Nilai ini meningkat pesat bila dibandingkan dengan kuartal 1 tahun 2017 yang hanya mencapai angka 30 triliun rupiah. Menurut analisis pakar, lonjakan pertumbuhan tersebut didorong oleh adanya momentum bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri yang jatuh pada bulan Mei-Juni. Bulan puasa dan lebaran merupakan musim panen bagi ritel modern. Banyak konsumen yang membeli kebutuhan, terutama produk makanan dan minuman serta produk rumah tangga. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey, menjelaskan bahwa industri ritel modern mengawali tahun 2017 dengan kinerja yang kurang menggembirakan. Lemahnya daya beli konsumen akibat pertumbuhan ekonomi yang masih stagnan membuat penjualan pada tiga bulan pertama tahun ini hanya mencapai 30 triliun rupiah. Angka ini turun 8 persen dibanding tahun lalu. Walaupun begitu, Mandey memperkirakan bahwa pasar ritel modern kembali bergairah pada kuartal kedua tahun 2017, karena bertepatan dengan puasa dan lebaran. Menurutnya, puasa dan lebaran memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada penjualan ritel.

Omzet Pengusaha Ritel Naik

Dia menambahkan bahwa jumlah produk yang dipasok ke ritel modern juga meningkat dua kali lipat pada kuartal ini. Penambahan pasokan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasanya datang sepanjang bulan puasa dan lebaran. Secara umum, ia mengatakan bahwa penjualan ritel modem pada tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Aprindo memperkirakan, omzet ritel modern tahun ini bisa mencapai 210 triliun rupiah. Angka ini naik sekitar 8% dari tahun lalu yang mencapai nilai 195 triliun triliun. Menurut pengusaha ritel sukses Chandra Ekajaya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5 persen pada tahun ini memberikan optimisme terhadap penjualan ritel. Selain pertumbuhan ekonomi, Chandra Ekajaya memberikan keterangan bahwa kenaikan omzet juga didorong penambahan jaringan yang dilakukan peritel modern. Penambahan jaringan terutama dilakukan ke Indonesia bagian timur. Ekspansi lainnya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan bisnis melalui media internet (online).

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*