Majunya Industri Rumah Tangga

Industri Rumah Tangga

Industri rumah tangga sangat terbukti bisa membuat perekonomian sebuah desa bisa berkembang dan terus maju. Kemajuan ini tidak hanya dilihat dari segi ekonomi pengusahanya. Tetapi dari sisi pemeirntah pun dengan adanya usaha rumahan ini kerap kali membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran. Maka dari itu, tidak mengherankan jika Pemerintah Desa Candirata, Kecamatan Kertek memperhatikan sektor ini. Pemerintah desa setempat selalu mengupayakan untuk memfasilitasi sejumlah usaha rumahan ini. Terutama bagi mereka yang belum mengantongi izin. Mereka berusaha memfasilitas sejumlah industri rumah tangga ini agar makin berkembang. Kepala desa Candirata menerangkan bahwa dirinya terus menggandeng para pengusaha supaya mau memfasilitasi sejumlah usaha kecil menengah (UKM) di desanya dalam membuat izin usaha dan pengembangannya.  Beliau mempunyai harapan supaya masyarakat, khususnya ibu-ibu bisa tidak menganggur dengan adanya kegiatan bisnis. Nanti bila izin usaha sudah dimiliki, bisa untuk melakukan pengajuan bantuan alat-alat dan modal tambahan. Sekarang masih menggunakan alat dan bahan seadanya.

Majunya Industri Rumah Tangga

Salah satu pengusaha yang turut serta dalam program pembinaan tersebut adalah pengusaha Chandra Ekajaya. Beliau sangat mirip dengan pengusaha sekelas Bob Sadino dan Hary Tanoesoedibjo dalam memberikan semangat bisnis. Pengusaha yang belum genap berusia 30 tahun ini pernah bertanya kepada seorang pelaku industri rumah tangga. Meski hanya skala rumahan dan hanya dikerjakan dua karyawan, bisnis ini tidak bisa dianggap sepele. Sebab, hasil karyanya juga sudah mampu menembus pasar luar daerah. Salah satunya, daerah Malang. Ke depan bahkan akan menjangkau pasar regional dan nasional.

Produk yang dijualnya adalah kacang telur. Tetapi bukan sembarang kacang telur, karena dalam memproduksi kacang telur butuh bahan baku berupa kacang, tepung terigu, telur, gula, vanili, dan mentega. Perbandinganya, 1 kilogram kacang dicampur dengan 1 kilogram tepung terigu, seperempat kilogram telur, kemudian seperempat kilogram gula, vanili 1 sachet, dan garam secukupnya. Sedangkan untuk alat-alat produksinya, pengusaha Chandra Ekajaya menerangkan bahwa mereka masih menggunakan alat manual. Tentang pemenuhan alat, sarana dan prasarana inilah yang menjadi fokus dirinya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*