Chandra Ekajaya Kedai Kopi Opo Wae

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Kedai atau warung kopi yang menjadi tempat kongkow. mungkin sudah biasa. Di tempat yang satu ini. pengunjung bisa ngopi sambil menyablon. Tempatnya bernama Kopi Opo Wae yang berlokasi Purwodadi, Ciputat, Tangerang Selatan. Lokasi ini cocok untuk anak muda yang suka berkumpul. Selain konsepnya ala tongkrongan, pengunjung juga bisa belajar menyablon untuk menghilangkan kejenuhan.

Warjae, warung kopi ini biasa disingkat. Chandra Ekajaya merupakan salah satu owner di warung kopi ini. Keunikan warung ini begitu kental, bukan saja menyediakan wadah untuk menikmati sebuah kopi melainkan mendidik para pelanggannya. “Warjae sendiri merupakan kolabura-si antara kopi dan sablon manual. Jadi selain ngopi kalian juga bisa belajar menyablon disini ” ujarnya.

Perbedaan warung kopi tersebut dengan lainnya bukan tidak berhenti disitu. Kuliner yang satu ini juga menyediakan tempat sharing buat para pelanggan mengenai sablon sehingga menjadi sesuatu barang yang bernilai dan menjadikan sebuah lahan bisnis.

Dok.Chandra Ekajaya

Dengan begitu nantinya pelanggan dapat memiliki wawasan mengenai menjalankan sebuah usaha melalui apa yang dipelajarinya. Usaha tersebut dapat berupa kopi maupun menyablon. Karena itu. ada filosofi tersendiri dari logo yang di tampilkan pada warung kopi tersebut. Seperti yang terlihat pada sebuah logo cangkir yang dinilai menyerupai logo chat. “Karena disaat ngopi kita bisa momen yang baik, maka disitulah ide brilian akan muncul. Seperti logonya chat. Karena warjae dibuat sebagai wadah untuk mengobrol atau sharing satu sama lain sambil menyeruput secangkir kopi dan diharapkan dapat menjadi tempat yang positif serta menyenangkan untuk kita semua,” ungkapnya.

Keberadaan warjae juga dapat menghilangkan kejenuhan dikala jalanan macet. Keberadaan tepatnya di samping monumen Purwodadi. Nantinya pelanggan juga dimanjakan dengan menikmati pemandangan hijau disekitar monumen sambil menyeruput kopi. Bagi yang tidak menyukai kopi, jangan khawatir, Warjae juga menyediakan minuman non coffee seperti green tea, coklat. red velvet dan taro yang disajikan baik panas maupun dingin dilengkapi dengan beberapa topping pilihan.

“Kalo laper juga no problem, kami juga menyediakan beberapa makanan yang bisa membuat perut kenyang. Harganya juga bersahabat tak lebih dari Rp 50 ribu.” ungkapnya. Menurut Chandra Ekajaya,¬†penamaan Warjae sendiri memiliki cerita. Pada awalnya, dia memiliki teman yang memiliki nama Jaelani. Namun agar sedikit kekinian, nama tersebut diplesetkan dengan Warung Jalensky atau dengan nama akrabnya Warjae. “Kita baru berdiri sih, karena itu ini lagi diperkenalkan semua melalui teman-teman. Kita kabarkan dan melalui akun istagram @warjae.83,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*