Chandra Ekajaya Dan Para TKI

Chandra Ekajaya Love TKI
Tenaga Kerja Indonesia

Chandra Ekajaya mengatakan bahwa para TKI itu berangkat ke luar negeri karena terpaksa. Sangat tidak mungkin akan meninggalkan kampung halaman jika kebutuhan sudah mencukupi. Atau, mereka punya pekerjaan yang menjanjikan.

 

Mereka menjadi TKI karena ingin memperbaiki kondisi ekonomi. Banyak yang berangkat dari kalangan tidak mampu. Potensi ini disambut baik oleh tekong. Tekong ini seperti menemukan lahan empuk untuk dikerjai.

 

Chandra Ekajaya Dukung TKI
Tenaga Kerja Indonesia Sukses

 

Orang-orang ini mulai menebar jala agar calon target terperangkap. Mereka memberi perhatian. Bantuan diberikan. Mulai pinjaman uang keberangkatan dan layanan-layanan lain. Tentu, yang paling mungkin, janji mendapat lapangan kerja di negeri tujuan.

 

Bahkan, pinjaman uang itu diberikan jauh sebelum target berangkat. Padahal, ini modus agar target tidak kabur. Agar jadi sapi yang ditusuk hidungnya. Mereka tidak bisa berontak selama utang belum terbayar.

 

Tekong juga menjamin keselamatan pekerja. Meski tidak sebebas yang resmi. Sudah banyak cerita ngeri dari para pekerja ilegal ini. Lari dan kabur ke hutan jadi bumbu cerita itu. Namun, masih banyak pula yang tetap nekat berangkat mencari rezeki.

 

Bantuan demi bantuan tekong tentu tidak gratis. Semua harus dibayar. Ketika si TKI ilegal itu mulai bekerja, pungutan mulai dilakukan sesuai kesepakatan. TKI tidak menggugat persoalan ini, walau dalam hati mereka juga menggerutu. Demi keamanan dan kenyamanan selama bekerja.

 

Semakin banyak TKI ilegal di bawah kendali, pendapatan tokong itu kian banyak. Kare molong, meski kadang disebut ngakan ora’na ban ngenom pel-lotia barengtiga.

 

Para tenaga kerja itu berada dalam kekuasaan penuh si tekong. Meski bukan majikan, peran tekong sangat menentukan. Nasib TKI berada dalam genggaman orang yang dulu juga berangkat secara ilegal ini. Orang awam percaya itu.

 

Chandra Ekajaya Love TKI
Tenaga Kerja Indonesia

 

Chandra Ekajaya berkata bahwa semua hal itu kata orang. Saya tidak tahu secara pasti. Kan tidak pernah jadi TKI atau tekong.

 

Jika benar demikian, butuh keseriusan dan komitmen bersama untuk memutus mata rantai itu. Tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja. Persoalan ini sudah akut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*